Diberdayakan oleh Blogger.

Rumah Sehat Minimalis


Luas tanah : 126 m2
Luas bangunan : 49,50 m2
Anggaran Biaya : Rp. 79.113.495

Rumah minimalis yang berada di lahan seluas 126 m2 ini memiliki ruang tamu, 2 ruang tidur, ruang keluarga dan ruang santai di sisi belakang yang langsung berhubungan dengan taman serta udara terbuka.
Dari bentuk lahan yang ada, rumah ini di desain dengan tidak menghabiskan seluruh lahannya, tetapi masih di sisakan Untuk area taman, baik di sisi depan, samping, maupun belakang rumah. Adanya taman memungkinkan adanya aliran udara yang masuk secara bebas ke dalam rumah.
Untuk menghasilkan rumah yang sehat, setiap ruangan di dalam rumah terdapat bukaan pintu maupun jendela yang luas dan di lengkapi roster di sisi atasnya. Tujuannya untuk “menangkap” udara pada waku malam hari, sehingga tidak perlu sistem penghawaan buatan.
Gambar: Rumah Sehat Minimalis
Pada ruang keluarga terdapat bukaan pintu geser, yang jika dibuka secara keseluruhan dapat rnemaksirnaikan udara luar bebas masuk ke dalan rumah.
Pada rumah minimalis ini pintu dan jendela menggunakan material kaca bening, yang dapat memanfaatkan cahaya alami secara maksimal. Selain itu, menciptakan bangunan yang terkesan ringan, lapang, dan modern.
Pada fasad depan, terdapat garis-garis vertikal, dengan jarak tertentu. Hal tersebut berfungsi untuk mengurangi masuknya panas cahaya matahari yang langsung masuk ke dalam bangunan, sehingga ruang an dalam tidak terlalu panas.
Pada sisi samping rumah mi, terdapat bukaan vertikal ke arah taman samping yang berfungsi sebagai cross aliran udara yang masuk ke dalam bangunan.
Gambar: Denah
Gambar: Tampak Atas
Gambar: Tampak Kanan
Gambar: Tampak Kiri

Rencana Anggaran Biaya (RAB)
  1. Pekerjaan Tanah: Rp. 1.117.495
  2. Pekerjaan Pasangan dan Beton: Rp. 27.551.250
  3. Pekerjaan Pintu dan Jendela: Rp. 9.783.500
  4. Pekerjaan Atap: Rp. 13.862.200
  5. Pekerjaan Langit-langit: Rp. 5.191.800
  6. Pekerjaan Lantai: Rp. 5.059.750
  7. Pekerjaan Cat : Rp. 5.440.000
  8. Pekerjaan Listrik: Rp. 2.267.500
  9. Pekerjaan Sanitasi: Rp. 5.855.000
  10. Pekerjaan Lain-lain: Rp. 2985.000
Jumlah: Rp. 79.113.495
dibulatkan: Rp. 79.113.000


Rumah Minimalis Ekspos Kaca


Luas tanah : 155 m2
Luas bangunan : 48 m2
Anggaran biaya :Rp. 79.535.000

Berdiri di lahan berbentuk trapesium seluas 155 m2 rumah ini memiliki taman terbuka yang cukup luas dan juga kolam ikan di depan rumah.

Rumah ini terdiri dari teras, foyer, ruang tamu, ruang keluarga, 2 ruang tidur dan dapur. Dengan adanya taman yang cukup luas sangat memungkinkan adanya bukaan jendela kaca yang maksimal ke arah taman. 

Pada area ruang keluarga terdapat bukaan pintu dan jendela kaca yang mengarah ke taman samping. Akses ke taman samping dapat melewati pintu rangka hollow yang ada di sebelah kiri bangunan.
Gambar: Rumah Minimalis Ekspos Kaca
Pada ruang tamu terdapat jendela kaca yang besar. Hal ini untuk memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Selain itu juga berfungsi agar kolam ikan dapat terlihat jelas dan ruang tamu.
Pada sisi depan terdapat shading berupa deretan kolom yang dicat putih untuk mengurangi intensitas cah aya matahari. Hal mi juga berlaku pada dinding atas ruang tamu.
Di bawah atap miring terdapat kaca, sehingga pencahayaan dapat maksimal masuk ke dalam rumah. Shading yang digunakan kali ini benbentuk horisontal dan terbuat dan hollow.  
Gambar: Denah
Gambar: Tampak Atas
Gambar: Tampak Kanan
Gambar: Tampak Kiri

Rencana Anggaran Biaya
  1. Pekerjaan Tanah: Rp. 1.077.935
  2. Pekerjaan Pasangan dan Beton: Rp. 29.663.550
  3. Pekerjaan Pintu dan Jendela: Rp. 9.196.000
  4. Pekerjaan Atap: Rp. 12.447.500
  5. Pekerjaan Langit-langit: Rp. 4.560.000
  6. Pekerjaan Lantai: Rp. 4.169.550
  7. Pekerjaan Cat : Rp. 4.840.440
  8. Pekerjaan Listrik: Rp. 2.485.000
  9. Pekerjaan Sanitasi: Rp. 5.472.500
  10. Pekerjaan Lain-lain: Rp. 5.623.500
Jumlah: Rp. 79.535.875
Dibulatkan: Rp. 79.535.000

Rumah Minimalis Dominasi Warna Biru


Luas tanah: 48 m2
Luas bangunan : 46,50 m2
Anggaran biaya : Rp
Rumah minimalis yang berada di lahan seluas 84 m2 ini memiliki ruang tamu, 2 ruang tidur dan dapur yang berda di luar bangunan. Antara ruang tamu dan ruang keluarga, terdapat dinding partisi atau dinding pemisah dari bahan non permanen.
Gambar: Rumah Minimalis Dominasi Warna Biru
Pada area ruang tamu terdapat jendela “kaca mati” yang cukup besar dan juga jendela swing 2 buah. Hal ini sangat memuingkinkan arah pandangan dari sisi dalam ke luar rumah dan terkesan ruangan menjadi lebih lebar. .material bukaan pintu dan jendela yang digunakan adalah material kayu yang di finishing de ngan cat warna putih. Bukaan jendelanya didesain vertikal, sehingga terkesan rumah menjadi lebih tinggi. Hal ini pun ditunjang dengan penggunaan “kaca mati” disisi atas area ruang tamu, yag diberi list profil warna putih.
Warna dinding secara keseluruhan adalah abu-abu. Warna putih diaplikasikan pada kusen pintu dan jendela, serta list profil “kaca mati”.
Pada tampilan fasad rumah minimalis ini lebih banyak mengaplikasikan finishing dinding warna biru. Warna biru memberikan kesan tenang, damai dan dinamis.
Warna biru ini tedapat pada dinding ruang tidur yang diberi tali air alumunium membentuk kotak-kotak geometri, shading untuk jendela kaca ruang tamu, dan juga list kanopi teras depan.
Penggunaan shading yang disusun secara vertikal ini juga dapat memberikan kesan rumah menjadi lebih tinggi. 


Gambar: Denah

Gambar: Tampak Atas

Gambar: Tampak Kanan

Gambar: Tampak Kiri

Rumah Warna Merah Sebagai Aksen


Luas tanah : 116,40 m2
Luas bangunan : 49 m2
Anggaran biaya : Rp

Rumah yang berdiri di lahan seluas 116,40 m2 ini terdiri dari teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan 2 ruang tidur. Pada lahan tersebut, masih terdapat taman pada sisi depan dan belakang rumah.
Tampilan depan bangunan secara keseluruhan mmenggunakan warna cet kale, yaitu warna krem. Pada dinding luar ruang tidur “mengadopsi” warna cokelat. Hal ini terlihat pada warna dindingnya dan juga warna kusen jendela.




Gambar: Rumah Minimalis Warna Merah Sebagai Aksen

Sementara pada sisi tengah bangunan, yaitu teras, lebih menekankan corak warna putih. Hal ini terlihat pada warna dinding kanopi penutup teras, material kussen, daun pintu, dan jendelanya yang berwarna putih.
Sebagai penegas atau aksen yang kuat pada bangunan, diberikan “meninggi” sampai ke atap. Paa dinding tersebut diberi dua lunang vertical sebagai penghubung dengan ruangan disebelahnya. Dua lubang vertical berguna untuk mengurangi kesan masif dan berat.


Gambar: Denah Rumah

Gambar: Tampak Atas

Gambar: Tampak Kanan

Gambar: Tampak Kiri

Rumah Minimalis Dua Muka



Luas tanah : 169 M2
Lus bangunan : 50 M2
Anggaran Biaya: Rp (dibawah 100 juta)

Rumah minimalis yang berdiri di lahan hook dengan luas 169 M2 ini terdiri dari ruang tamu, 2 ruang tidur, dapur, ruang keluarga, dan pemaksimalan lahan terbuka taman.
Pada area dapur, ada “permainan” dinding menonjol, sehingga ada penghawaan dan pencahayaan dari sisi kanan serta kiri dinding. Selain itu, bertujuan agar ruang untuk kitchen set terkesan luas. Pada ruang keluarga, terkesan modern dengan penggunaaan material pintu kaca lipat yang dapat leluasa melihat kearah taman.
Oleh karena itu rumah ini terletak pada lahan hook maka kemungkinan untuk mengeksplor dua sisi bangunannya.



Gambar: Rumah Minimalis Dua Muka

Pada ruang ini juga memungkinka adanya dua akses bangunan, baik dari sisi depan maupun samping. Seperti pada gambar denah yang tersaji, terdapat dua arah masuk ke dalam rumah. Sisi depan sebagai akses utama, dan sisi samping khusus untuk masuk anggota keluarga.
Konsep dua muka, selain “ditimbulkan” dengan adanya dua akses bangunan, juga di tampilkan dengan eksplore dua sisi dindingnya.

Finishing dinding sisi depan, lebih meng-eksplore fasad bangunan dengan motif garis horizontal dan warna merah bergaris pada dinding, serta pot tanaman.
Sementara pada sisi samping lebih meng-eksplore bentuk kotak-kotak. Ini terlihat pada finishing dinding, jendela, dan lobang angin dengan bentuk kotak memanjang vertical.


Gambar: Denah



Gambar: Tampak Atas


Gambar: Tampak Kiri



Gambar: Tampak Depan

Tips Mengatur Jarak Sumur Peresapan Dengan Sumber Air Bersih


Air kotor yang biasanya disebut dengan greywater (dari air kotor cair) maupun blackwater (dari air kotor padat seperti tinja), perlu diperhatikan dengan baik untuk proses pembuangannya. Jika limbah-limbah ini tidak dikelola dengan baik, akan mengakibatkan banyak hal merugikan, baik untuk manusia maupun lingkungan sekitar. Salah satu yang perlu diperhatikan yaitu pengaturan jarak antara sumur peresapan pembuangan limbah air kotor dan sumber air bersih. Jika tidak diatur jaraknya, limbah air kotor dapat merembes dan tercampur dengan sumber air bersih. Akibatnya sumber air bersih sudah tidak layah dikonsumsi dan bias menjadi sumber penyakit bagi penghuni rumah.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur jarak aman antara sumber air bersih dan sumur air kotor, yaitu:
  • Jarak minimal antara SAB (sumur air bersih) dengan septicjtank adalah 12 meter.
  • Jarak minimal antara SAB ( sumur air bersih) dengan SP ( sumur peresapan) adalah 20 meter.
  • Level sumur air bersih.
  • Untuk posisi SAB (sumur air bersih) berada pada level tanah paling tinggi, lalu diikuti oleh septictank dan paling bawah adalah SP (sumur peresapan) ke dalam tanah tidak mengalir ke SA B (sumur air bersih), tetapi mengalir mengikuti aliran air tanah ke level tanah yang lebih rendah.